Masalah Transmigrasi di Indonesia

>> 11.20.2009

Ke depannya Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans) akan menjadikan transmigrasi sebagai program unggulan.Ini sangat bermanfaat untuk mengurangi jumlah pengangguran dan kaum marjinal di sejumlah kota besar di Indonesia sehingga dapat mengatasi masalah kemiskinan yang masih menjadi persoalan serius bangsa ini.


Pembangunan transmigrasi yang ada hingga saat ini sebetulnya sudah dirintis sejak jaman penjajahan Hindia Belanda tahun 1905 dengan sebuah program kolonisasi. Kemudian sejak jaman kemerdekaan telah berlangsung sejak tengah abad yang lalu dan dijadikan sebagai salah satu strategi pembangunan sejak berdirinya depertemen tenaga kerja, Koperasi dan transmigrasi pada tanggal 12 desember 1950. Departemen atau lembaga yang menaganipun juga sering ganti-ganti sesuai dengan perubahan politik yang terjadi di Negara ini. Hingga saat ini sudah tiga belas kali depertemen yang menangani berganti-ganti


Tidak bisa dipungkiri dalam prakteknya transmigrasi menimbulkan berbagai masalah serius yang membutuhkan solusi serius. Memang dapat dipahami penanganan masalah transmigrasi bukan sekadar menyiapkan lahan untuk menampung transmigran dan memindahkan penduduk dari daerah asal ke tempat yang baru. Penanganan masalah transmigrasi jauh lebih luas dan lebih rumit, karena berkaitan erat dengan pembangunan daerah, kesiapan calon transmigran, upaya mempersiapkan masyarakat penerima transmigran, serta penyiapan sarana dan prasarana yang tersedia.

Berbagai pergolakan yang terjadi di berbagai daerah tahun-tahun ini tidak pelak menimbulkan masalah bagi para transmigran .Mereka terusir dari tempat tinggal yang dibangun dengan susah payah, jadi korban penganiayaan dan terpaksa harus mengungsi, menderita tak punya apa-apa lagi. Contohnya saja sebagaimana digambarkan oleh kondisi eks. Traansmigran di Ogan Komering Ilir (OKI), Air Sugihan, Sumatera Selatan yang hidupnya sebagian besar masih di bawah garis kemiskinan. Kemudian para pengungsi akibat kerusuhan Aceh, sambas, Ambon, Poso, Hingga Eks Propinsi Timor-Timor yang tak jelas nasibnya .Ironis memang apabila kita mendengarnya. Hidup trauma jadi korban kerusuhan dan terpaksa harus tinggal di kamp-kamp pengungsian. Sebagian pulang ke daerah asal jadi eksodan yang harus menumpang di tempat sanak famili yang kadang hidupnya hanya cukup untuk keluarganya sendiri. Tanpa pekerjaan dan menanggung banyak beban ekonomi. Banyak di antara anak-anak terpaksa putus sekolah dan tidak mendapat gizi yang cukup. Diperkirakan kurang lebih mencapai 207.795 KK atau 912.514 jiwa menjadi pengungsi akibat berbagai gejolak yang terjadi di daerah-daerah, dimana jumlah ini terus bertambah (Depnakertrans, 2000).

Masalah lain ada pada proses penempatan yang terjadi cenderung mengejar target dan tidak mengindahkan hak-hak transmigran dan masyarakat setempat.Transmigran di tempatkan di suatu wilayah yang belum jelas potensi ekonominya. Tidak tahu bagaimana kondisi sosio-kultural masyarakat setempat. Hingga akhirnya menyebabkan masalah baru lagi di daerah tujuan. Banyak daerah baru tersebut terisolir dan tak terjangkau oleh alat transportasi, sarana pendidikan, air bersih serta sarana kesehatan yang minim. Di banyak tempat seperti di daerah Papua dan Kalimantan misalnya, hingga karena sarana transportasi yang sulit menjadikan jatuhnya harga hasil panen mereka. Konflik antar etnis yang disebabkan kurangnya pola perencanaan juga mewarnai gambaran permasalahan transmigrasi di berbagai daerah.Contoh nyata terlihat dari para transmigran sub-pemukiman (SP) 7-8 Bongo, jayapura, Papua, yang terpaksa harus meninggalkan tempat tinggal mereka karena tergenang air hingga tanaman membusuk tanpa fasilitas sekolah dan guru, tanpa sumber air bersih yang memadai, lebih menyedihkan lagi adalah ketiaka meminta perlindungan dan penyelesaian dengan menghadap ke dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD), mereka harus menghadapi nasib sial diusir oleh wakil-wakil mereka dari rumah rakyat tersebut.

Solusi yang dapat diambil dalam hal ini ialah perlunya langkah proaktif pemerintah untuk berkoordinasi dengan daerah-daerah agar tercapai sebuah solusi bersama dan dalam proses pelaksanaannya dengan cara-cara yang arif dan bijaksana. Perlunya memberikan bantuan-bantuan kebutuhan hidup standard minimal , pemenuhan gizi bagi balita serta pendidikan bagi anak-anak dengan alokasi anggaran yang jelas .Selain itu untuk mengoptimalkan potensi daerah yang dituju maka diperlukan usaha untuk memajukan industri rakyat, memperbaiki pola institusi sosial yang ada serta bagi perbaikan kualitas sumber daya manusianya.

Read More......

Flashdisk

>> 11.18.2009

Many kinds of storage devices,One of them is commonly used is a Flashdisk.Flashdisk can be carried anywhere and not too burdensome due to the miniature size can enter the pocket. Currently the development of Flashdisk is rapidly.From the beginning of storage capacity can be up to 64 GB, data transfer speeds, design a more futuristic, products like Flashdisk waterproof design, can be combined with key chain, folded, up to a lifetime warranty. Some major brands of flashdisk in Indonesia is Kingston, Transcend, Nexus,Toshiba, etc.
By chance, I have 2 Flashdisk Kingston Data Traveler 100 4 GB and 2 GB Transcend JetFlash which are a gift from bought ASUS K40IN22DX Notebook. I do File Benchmark comparison between Kingston Data Traveler versus Transcend JetFlash using software called Flash Memory Toolkit.The test result is like this :









Seen that the average write data speed Transcend JetFlash faster than the Kingston Data Traveler. However, Kingston Data Traveler superior in terms of average read data speed than Transcend.

Read More......

Corruption Never Dies

I agree with the title I make.My reason for writing title like that because some factor.In my opinion, first reason is that human nature that he would never satisfied with his had, This make someone,someone who does not have a strong faith will be tempted to make corruption.Second, The world must be balanced in other words, if the world have crime then there is also have a justice.


Speaking of corruption in Indonesia can not be separated from society itself. In other words practically corruption in Indonesia has become our culture.Let us consider in our everyday life. Came late to the campus, it is time corruption could say it is still little corruption.But,but from that little habits become the starting point of a major corruption. certainly many more small example of corruption in everyday life. Essentially, to minimize the number of corruption in Indonesia let's began to clean up corruption mental seeds from us. Discipline, honest, and pious. Starting from yourself ... starting from small thing...and starting from now ...

Read More......

Review Epson Stylus C-45

>> 11.11.2009


Printer is very useful in completing my tasks such as campus reports etc. For many years I used the Epson Stylus C-45.Epson Stylus C-45 With combination of glossy black and gray make a nice appearance.This printer use Inkjet Cartridge T038201 Black Ink Cartridge T039201. It has additional features such as Mobile Phone Fashion Print improve cell phone pictures, Web-to-Page for auto resizing web pages, image-forming decorative print for framing pictures and Save Black Ink Mode printing emergency.Installing the printer is so easy too.No complicated procedures. just put the software on our computer CD-rom and the installation went smoothly.
The first time using Epson printer C-45 I think it is enough to satisfy with the print speed and print quality are produced. But after several years of using this printer is on the color which is should print black color sometimes so transparent gray-white even though the ink is still available many. Also sometimes there are ink spots that are not needed widening. And the last is very wasteful in terms of consumption of black ink.




Read More......

Backstreet From Parents Is Not a Relationship

>> 11.04.2009

I agree because in my opinion seeing the Backstreet style contains more negative impacts than positive impacts. The negative impact is likely to occur if the relationship between two human beings are not healthy and start lead to the things that can harm the woman. And if you have this, Backstreet relationship should be terminated. A man no longer possible to uphold the name of love when he had made his soulmate spiritual and physical suffering.

second, if a couple chose the back roads, you can bet they have to make up stories so that other people do not know about their relationship e especially their parents. They also can not casually go alone to a place, because there may be a suspect, and finally the truth about their relationship is revealed. If that happen, their parent will not believe anymore. In addition, the date a secret, then no one can give advice about their relationship. Every human being needs feedback, can not see him from the outside. We need criticism, in order to become a better person.
Love is beautiful, but beautiful at the right time and in proper condition. But, love is not to say beautiful when there is one party that can not respect others, especially there is one party that was harmed, betrayed, and abused. I think, love is a gift, because the love people can feel perfectly. Because love is a gift, so keep your love is as good as we keep to ourselves. we need parental permission to make our relationship fine.

Read More......

Komentar Terbaru

About Me

My Photo
Hery Herawan
-La Tahzan-
View my complete profile

  © Free Blogger Templates Skyblue by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP