Rahasia Senyuman Mona Lisa

>> 7.21.2009

Senyuman misteri yang ditunjukkan Monalisa dalam lukisan potret terkenal karya Leonardo da Vinci akhirnya terungkap. Para akademisi Jerman merasa yakin mereka telah berhasil memecahkan misteri yang telah berlangsung beberapa abad di balik identitas gadis cantik yang menjadi obyek lukisan terkenal itu.


undefinedLisa Gherardini, istri seorang pengusaha kaya Florence, Francesco del Giocondo, telah lama dipandang sebagai model yang paling mungkin bagi lukisan abad 16 tersebut. Namun demikian, para sejarawan seni sering bertanya-tanya apakah mungkin wanita yang tersenyum itu sebetulnya kekasih da Vinci, ibunya atau artis itu sendiri.


Kini para pakar di perpustakaan Universitas Heidelberg menyatakan berdasarkan catatan yang ditulis pemiliknya dalam sebuah buku pada Oktober 1503 diperoleh kepastian untuk selamanya bahwa Lisa del Giocondo-lah model yang sesungguhnya dalam lukisan itu, yang merupakan salah satu lukisan potret terkenal di dunia. “Semua keraguan tentang identitas Monalisa telah pupus menyusul penemuan oleh Dr. Armin Schlechter,” seorang pakar naskah kuno, kata perpustakaan itu dalam pernyataannya.

Hingga kini, hanya diperoleh ”bukti kurang meyakinkan” dari berbagai dokumen abad 16. “Hal ini menciptakan ruang bagi berbagai interpretasi dan ada banyak identitas berbeda dikemukakan,” kata perpustakaan itu. Catatan itu dibuat oleh Agostino Vespucci, seorang pejabat Florence dan sahabat da Vinci, dalam koleksi surat tulisan orator Romawi, Cicero. Tulisan dalam catatan itu membandingkan Leonardo dengan artis Yunani kuno Apelles dan menyatakan ia sedang menggarap tiga lukisan, salah satunya adalah potret Lisa del Giocondo.

Para pakar seni, yang sudah mengaitkan tahun pembuatan lukisan itu pada jaman abad pertengahan itu,
menyatakan penemuan Heidelberg itu merupakan terobosan dan penyebutan sebelumnya menghubungkan istri saudagar itu dengan lukisan potret tersebut. “Tak ada alasan untuk terus meragukan bahwa potret ini adalah wanita yang lain,” kata sejarahwan seni Universitas Leipzig, Frank Zoelner, kepada Radio Jerman.





Read More......

Rumah Hantu AmityVille

Pada Desember 1975, George dan Kathleen serta anak-anak mereka pindah ke sebuah rumah di 112 Ocean Avenue, sebuah rumah besar bergaya kolonial Belanda di Amityville, sebuah lingkungan di pinggiran kota di selatan Long Island, New York. Tigabelas bulan sebelum keluarga Lutz pindah, Ronald DeFeo, Jr., pemilik sebelumnya, telah menembak mati enam anggota keluarganya di rumah itu. Setelah 28 hari keluarga Lutz tinggal dirumah itu, mereka mulai merasakan hal-hal aneh dengan rumah tersebut.


Bagian ini berdasarkan buku yang ditulis oleh Jay Anson, 1977, The Amityville Horror - A True Story.

Jay Anson (1921-1980), adalah penulis The Amityville Horror

Rumah bernomor 112 di Ocean Avenue telah kosong selama 13 bulan setelah DeFeo membunuh anggota keluarganya, hingga pada Desember 1975 keluarga Lutz membeli rumah tersebut seharga $80.000. Rumah yang memiliki enam kamar tidur ini dibangun dengan gaya kolonial Belanda, dan memiliki atap yang melengkung. Rumah ini dilengkapi dengan kolam renang dan sebuah rumah tempat penyimpanan kapal. George dan Kathy telah menikah pada bulan Juli 1975 dan mempunyai rumah mereka sendiri, namun ingin memulai kembali dengan memiliki rumah baru. Kathy mempunyai tiga anak dari pernikahan sebelumnya, Daniel (9), Christopher (7), dan Melissa alias Missy (5). Mereka juga memiliki seekor anjing Labrador yang diberi nama Harry. Selama pengecekkan mereka saat akan membeli rumah tersebut, oleh agen mereka telah diberitahukan mengenai pembunuhan yang dilakukan oleh DeFeo, namun mereka menganggap hal itu bukanlah masalah.


Keluarga Lutz pindah kerumah tersebut pada 18 Desember 1975. Sebagian besar mebel dari keluarga DeFeo masih ada, karena semuanya termasuk dalam kesepakatan jual beli. Seorang teman George Lutz telah mempelajari tentang masa lalu sejarah rumah tersebut, dan mendesak agar mereka melakukan pemberkatan. Namun mereka tidak mengerti cara-caranya. George mengenal seorang Pendeta Katolik yang bernama Bapa Ray, dan ia bersedia untuk melakukan pemberkatan. (Dalam buku Anson disebutkan nama Pendeta tersebut adalah Bapa Mancuso. Hal ini dilakukan untuk menjaga privasi Pendeta tersebut, nama aslinya adalah Bapa Ralph J. Pecoraro).

Bapa Mancuso adalah seorang pengacara, imam Katolik, dan seorang psikoterapi yang tinggal di Sacred Heart Rectory. Ia tiba untuk melaksanakan berkat pada sore hari tanggal 18 Desember 1975 disaat George dan Kathy sedang membongkar barang-barang mereka. Ketika ia mengibaskan air suci yang pertama dan mulai untuk berdoa, ia mendengar suara dengan jelas yang mengatakan"Keluar!" - "Get out!". Disaat meninggalkan rumah tersebut, ia tidak menceritakan kejadian itu kepada George maupun Kathy. Pada 24 Desember 1975, Bapa Mancuso menelepon George Lutz dan menasihatkan agar dia tidak menggunakan ruang dimana ia telah mendengar suara yang aneh tersebut. Ruang ini adalah ruangan yang direncanakan Kathy digunakan sebagai ruang jahit, dan tadinya adalah kamar tidur Marc dan Yohanes Matthew DeFeo. Percakapan telepon terputus secara tiba-tiba, dan kunjungan berikutnya ke rumah tersebut mengakibatkan Bapa Mancuso menderita demam tinggi dan pada lengannya dijumpai tanda yang mirip dengan tanda stigmata.

Pada mulanya, George dan Kathy Lutz tidak merasakan hal yang aneh dengan rumah mereka. Namun kemudian, mereka merasa bahwa “masing-masing dari mereka tinggal di suatu rumah yang berbeda”.

Sebagian dari pengalaman keluarga Lutz diuraikan sebagai berikut:

* George selalu terbangun sekitar pukul 03:15 setiap paginya, dan kemudian keluar ke rumah tempat penyimpanan kapal. Waktu tersebut diperkirakan adalah waktu dimana DeFeo membunuh anggota keluarganya.

* Rumah mereka selalu diganggu oleh segerombolan lalat di setiap musim dingin.

* Kathy mendapat mimpi buruk tentang pembunuhan dan saat dimana ia melakukan persetujuan pembelian rumah tersebut. Anak-anak mereka juga mulai tertidur dengan terlungkup, posisi yang sama saat mayat DeFeo ditemukan.

* Kathy merasakan seolah-olah "sedang dipeluk" dengan penuh kasih oleh suatu kekuatan yang tidak terlihat.

* Kathy menemukan sebuah ruang kecil yang tersembunyi (sekitar empat kaki) di belakang basement. Dindingnya bercat merah dan ruangan itu tidak tampak didalam denah rumah. Ruangan itu kemudian dikenal dengan nama "The Red Room". Ruangan ini memiliki pengaruh terhadap anjing mereka Harry, yang selalu menolak untuk mendekat dan selalu berjongkok seolah-olah merasakan sesuatu yang negatif.

* Ada udara dingin, bau parfum dan kotoran didalam rumah, dimana tidak terdapat saluran udara atau jalur bagi sumber tersebut.

* Putri mereka yang berumur lima tahun, Missy, mengisahkan teman imajinasinya yang bernama "Jodie" yang memiliki mata yang sangat merah.

* George selalu dibangunkan oleh bunyi bantingan pintu depan. Ia akan segera ke lantai bawah dan menemukan anjing mereka tertidur dengan suara keras didepan pintu. Tidak ada orang lain yang mendengar suara itu kecuali dia.

* George mendengar apa yang diuraikan sebagai "Marching band Jerman" atau suara seperti radio yang tidak di setel dengan frekuensi yang tepat. Namun ketika ia ke menuju lantai bawah, suara gaduh akan berhenti.

* George disadari bahwa ia memiliki kemiripan kuat dengan Ronald DeFeo, Jr., dan mulai bermabukan di The Witches' Brew, bar dimana DeFeo adalah salah seorang pelanggannya.

* Ketika mengecek tempat penyimpanan kapal pada suatu malam, George melihat sepasang mata merah yang sedang memperhatikan dia dari jendela kamar tidur Missy. Ketika ia pergi keatas untuk melihatnya, ia tidak menemukan apa-apa. Kemudian disimpulkan bahwa itu adalah "Jodie".

* Ketika ditempat tidur, Kathy mendapatkan bekas merah didadanya disebabkan oleh suatu kekuatan tak terlihat, dan ia diangkat sekitar dua kaki dari tempat tidurnya.

* Kunci, jendela, dan pintu rumah dirusakkan oleh suatu kekuatan yang tak terlihat.

* Terdapat belahan kuku binatang yang besar di salju yang kemudian dihubungkan dengan seekor babi besar pada 1 Januari 1976.

* Dari dinding aula dan lubang kunci dari pintu kamar bermain yang ada di loteng keluar lumpur yang berwarna hijau.

* Sebuah salib 12 inchi yang digantung Kathy di kamar kecil ditemukan terpasang terbalik dan menyemburkan bau.

* George tersandung oleh sebuah keramik singa Tiongkok yang memiliki tinggi sekitar empat kaki, yang kemudian meninggalkan bekas gigitan pada salah satu mata kakinya.

* George melihat Kathy berubah menjadi seorang wanita tua yang berumur sekitar 90-an, "dengan rambut acak-acakan, muka dengan kerutan dan berbentuk buruk, dan air liur yang menetes dari mulutnya yang ompong".

George dan Kathy Lutz dikelilingi dengan berbagai media yang mengulas kasus mereka

Setelah memutuskan bahwa ada yang tidak beres dengan rumah mereka, yang tidak dapat dijelaskan secara rasional, George dan Kathy Lutz melaksanakan suatu pemberkatan dengan cara mereka sendiri pada 8 Januari 1976. George memegang sebuah salib yang terbuat dari perak selagi kedua-duanya membacakan Doa Para Raja, dan dari ruang tamu mereka, menurut dugaan banyak oang terdengar suara paduan suara yang meminta agar mereka berhenti: "Will you stop!".

Di pertengahan Januari 1976, dan setelah usaha pemberkatan yang dilakukan oleh George dan Kathy, mereka mengalami kejadian yang kemudian menjadi malam terakhir mereka berada di rumah itu. Keluarga Lutz menilai bahwa segala kejadian yang terjadi sebagai sesuatu yang sangat menakutkan, "too frightening".

Setelah berkonsultasi dengan Bapa Mancuso, mereka memutuskan untuk mengambil beberapa barang kepunyaan mereka dan memutuskan untuk tinggal di rumah ibu Kathy di dekat Deer Park, New York. Pada 14 Januari 1976, George dan Kathy Lutz bersama ketiga anaknya dan anjing mereka Harry, meninggalkan rumah dan meninggalkan banyak barang dibelakang rumah tersebut. Hari berikutnya, seorang tukang ditugaskan untuk memindahkan barang-barang untuk dikirim ke keluarga Lutz. Ia melaporkan ada fenomena yang tidak normal didalam rumah itu.

Buku ini ditulis setelah Tam Mossman, seorang editor di penerbit Prentice Hall yang mengenalkan George dan Kathy Lutz kepada Jay Anson. Mereka tidak bekerja secara langsung dengan Anson, namun disampaikan melalui rekaman tape yang berdurasi sekitar 45 jam, yang kemudian menjadi dasar bagi penulisan buku ini. Diperkirakan penjualan buku ini mencapai sepuluh juta kopi dari beberapa edisi. Anson dikatakan mengambil dasar judul bukunya "The Amityville Horror" dari "The Dunwich Horror" karangan H.P. Lovecraft yang diterbitkan pada tahun 1929.

Cerita "The Amityville Horror" dilanjutkan dengan seri buku yang dibuat oleh John G. Jones. Seri-seri tersebut adalah The Amityville Horror Part II (1982), Amityville - The Final Chapter (1985), Amityville - The Evil Escapes (1988) dan Amityville - The Horror Returns (1989).
Pada 1991, "Amityville - The Nightmare Continues" yang ditulis oleh Robin Karl diterbitkan.






Read More......

Kutukan Raja Tutankhamen

Pada tahun 1922, seorang pria Inggris yang kaya bernama Howard Carter menemukan lokasi penguburan dari Raja Tutankhamen di dalam situs makam Lembah Raja-raja. Ada banyak peninggalan berharga berupa emas, barang2, dan bahkan makanan yang dikuburkan di dalam lokasi ini. Karena ini adalah penemuan arkeologis besar, banyak ahli arkeologi lain pergi ke situs makam Lembah Raja-raja. Segera setelah itu berbagai hal misterius mulai terjadi. Banyak dari ahli arkeologi, itu yang pernah memasuki makam jatuh sakit dan pada akhirnya meninggal. Diberitakan selama era 1920's, lebih dari (sekedar) dua lusinan orang ini meninggal tidak lama sesudah memasuki makam Raja Tutankhamen . Inilah permulaan kutukan dari RajaTutankhamen.


Di sekitar musim semi th 1923, Lord Carnarvon (donatur dari ekspedisi Howard Carter) digigit oleh nyamuk di pipi ketika bercukur. Hal Itu menyebabkan dia terkena infeksi dan kemudian Lord Carnarvon meninggal, dan pada saat yang bersamaan seluruh lampu2 di dalam kota Cairo secara aneh padam. Pagi itu pada saat Lord Carnarvon meninggal anjing nya mulai menggonggong dan lalu secara tiba2 mati . Kutukan Raja Tutankhamen mulai banyak dipublikasikan oleh media. Pemberitaan yang luar biasa media itu menimbulkan berita2 yang lain bermunculan. Ada satu berita yang menyatakan burung kenari Howard carter mati dipatok ular kobra tepat setelah penemuan pintu makam.


Banyak orang percaya kutukan dari Raja Tut adalah benar, sampai pada 1986 seorang dokter Prancis, Caroline Stenger-Phillip menemukan satu penjelasan untuk kematian-kematian yang misterius tersebut. Dr. Stenger-Phillip menyatakan adanya buah-buahan dan sayur-mayur di dalam makam mungkin menyebabkan timbulnya partikel-partikel debu organik. Partikel-partikel ini mungkin punya mempunyai suatu potensi penyebab alergi. Ia juga mengklaim bahwa para ahli arkeologi mengidap suatu alergi setelah menghirup semua partikel-partikel yang selanjutnya menggiring kepada kematian mereka. Ia tidak percaya bahwa kutukan dari Tut adalah peyebab kematian-kematian yang misterius.

Kutukan dari Raja Tutankhamen masih menjadi suatu misteri. bagi sebagian orang hal itu hanyalah takhyul, tetapi namun masih banyak dari mereka yang sungguh-sungguh percaya pada suatu kutukan.







Read More......

The Flying Dutchman

Banyak versi dari cerita ini. Menurut beberapa, cerita ini berasal dari Belanda, sementara itu yang lain meng-claim bahwa itu berasal dari sandiwara Inggris The Flying Dutchman (1826) oleh Edward Fitzball dan novel "The Phantom Ship" (1837) oleh Frederick Marryat, kemudian di adaptasi ke cerita Belanda "Het Vliegend Schip" (The Flying Ship) oleh pastor Belanda A.H.C. Römer. Versi lainnya termasuk opera oleh Richard Wagner (1841) dan "The Flying Dutchman on Tappan Sea" oleh Washington Irving (1855).


Berdasarkan dari beberapa sumber, Kapten Belanda pada abad ke 17 Bernard Fokke adalah contoh dari kapten kapal hantu tersebut. Fokke mendapatkan kemasyhuran atas perjalan dari Belanda ke Jawa dengan kecepatan yang luar biasa dan dicurigai mempunyai ikatan dengan Iblis untuk meningkatkan kecepatannya. Berdasarkan dari beberapa sumber, kapten tersebut dipanggil dengan Falkenburg didalam cerita versi Belanda. Dia dipanggil dengan "Van der Decken" (artinya off the deck|Diatas Geladak) dalam versi Marryat's dan "Ramhout van Dam" dalam versi Irving's. Sumber tidak setuju bahwa "Flying Dutchman" adalah nama dari kapal atau nama panggilan untuk sang kapten.


Menurut banyak versi, sang kapten berjanji bahwa dia tidak akan mundur pada saat badai, tapi akan melanjutkan usahanya untuk mencari Cape of Good Hope walaupun sampai hari kiamat. Menurut beberapa versi, kejahatan yang mengerikan telah terjadi, atau awak kapalnya telah tertular oleh wabah penyakit pes dan tidak diijinkan untuk berlabuh di seluruh pelabuhan. Sejak itu, kapal dan awaknya dihukum untuk selalu berlayar, tidak pernah kedarat. Menurut beberapa versi, ini terjadi pada tahun 1641, yang lain menebak tahun 1680 atau 1729.


Banyak catatan persamaan dari Flying Dutchman dengan kisah umat Kristen The Wandering Jew.
Terneuzen (Belanda) disebut sebagai rumah sang legenda Flying Dutchman, Van der Decken, seorang kapten yang mengutuk Tuhan dan telah dihukum untuk mengarungi lautan selamanya, telah diceritakan dalam novel karya Frederick Marryat - The Phantom Ship dan Richard Wagner opera.

Beberapa saksi penampakan The Flying Dutchman :

1823 Kapten Oweb dari kapal HMS Leven; dua kali melihat kapal kosong yang terombang ambing di tengah samudera, salah satunya mungkin the Flying Dutchman.

1835 Sebuah kapal Inggris sempat melihat The Flying Dutchman yang melaju kencang ke arahnya tapi setelah dekat menghilang begitu saja.

1879 Beberapa awak kapal SS Petrogia sempat melihat kapal hantu tersebut.

1881 3 awak kapal HMS Baccante yang di dalamnya terdapat King George V melihatnya. Keesokan harinya seornag awak yang sempat melihat tiba2 mati secara mendadak.

1939 Terlihat di Mulkenzenberg, membuat orang2 yang melihatnya bingung karena tiba2 saja kapal tua itu menghilang begitu saja.

1941 Terdapat laporan dari Pantai Glenclaim tentang sebuah kapal tua yang menabrak karang. Setelah diselidiki tak ada sedikitpun bangkai kapal di sekitarnya.

1942 Terlihat oleh kapal MHS Jubille di dekat Cape Town, Afrika selatan.


Menurut cerita dongeng, The Flying Dutchman adalah kapal hantu yang tidak akan pernah bisa berlabuh, tetapi harus mengarungi "tujuh lautan" selamanya. Flying Dutchman selalu terlihat dari jauh, kadang-kadang disinari dengan cahaya hantu.










Read More......

Bumi Berongga?

>> 6.09.2009


PENEMUAN GEOFRAFIS TERBESAR DALAM SEJARAH MANUSIA ?

Desas desus mengenai bumi yang berlubang pada salah satu porosnya yang dianggap
pintu menuju ke dalam inti bumi dan diperkirakan ada kehidupan lain sekaligus
pintu rahasia antar dimensi banyak bertebaran di wilayah komunitas tertentu, dan
di mulut mereka yang senang akan cerita misteri dunia yang erat keterkaitannya
dengan wilayah konspirasi dengan tujuan yang tidak jelas dan sebagian lagi
memanfaatkan untuk remah hiburan dan bisnis, memang tidak akan pernah habis
untuk bicara komunitas dunia dengan pikiran fantasinya.
Salah satu yang akan kita coba bahas dalam kesempatan kali ini, adalah tentang
Bumi yang dikatakan memiliki lubang atau di dunia barat terkenal dengan sebutan
HOLLOW EARTH, beberapa perkiraan orang menyatakan bahwa nun jauh di lubang
terbut terdapat basis kehidupan lain atau paling mudah kehidupan dimana Alien
berada , sekaligus basis dari pangkalan UFO (Unidentified flying Object) atau
juga Dunia lain yang memang hidup sejak jutaan tahun lampau dengan peradaban
yang tinggi ? mungkin saja hal itu benar.
Sebelum jauh kita membaca kajian di bawah, ada beberapa hal yang coba
kutambahkan tentang beberapa istilah dalam artikel dibawah,



Arti North Pole : menjelaskan arah utara yang berada pada posisi akhir dari
Poros bumi atau disebut Kutub Utara, yang berada di dalam Lautan Kutub Utara,
sekitar 450 mil (725 km) dari utaranya kepulauan Greenland. Kutub utara Bumi ini
tidak sama dengan dengan sebutan Kutub utara magnetis yang berada pada titik
jangka magnetis, dimana pada awal abad 21 letak kutub utara kira-kira terletak
pada koordinat 82°15 N?, 112°30? W, atau dengan Kutub Utara yang geomagnetic,
sekitar 79°30? N, 71°30? W. Dalam Ilmu bumi Kutub ditempatkan di suatu titik di
kedalaman samudra dengan kedalaman sekitar 13,400 kaki ( 4,080 m) dan tertutup
dengan lempengen gunung es yang mengapung, dimana Matahari hanya terbit untuk
waktu 6 bulan saja, sedang 6 bulan berikutnya gelap.
"North Pole." Encyclopædia Britannica. Encyclopædia Britannica 2007 Ultimate
Reference Suite . Chicago: Encyclopædia Britannica, 2007.
Sekilas informasi para explorer / petualang yang pernah mencapai daerah Kutub
Utara sebagai berikut:
penjelajah Amerika itu Robert E.E. Peary mengklaim mencapai kutub dengan kereta
anjing Pada Bulan April 1909,
dan penjelajah yang lain Amerika, Richard E.Byrd, yang mengklaim mencapainya
dengan pesawat udara di Mei 9, 1926, klaim dari kedua- orang tersebut
dipertanyakan.
Tiga hari setelah usaha Byrd, pada bulan Mei tgl 12, satu regu Internasional
dari Roald Amundsen, Lincoln Ellsworth, dan Umberto Nobile telah mencapai Kutub
Utara,
Kapal-kapal yang pertama mengunjungi kutub itu adalah Kapal Amerika. kapal selam
nuklir Nautilus (1958) dan Skate (1959
Kapal pemecah es Soviet Arktika adalah kapal permukaan yang pertama tiba disana
(1977).
Ekspedisi-ekspedisi terkemuka lain yang ditetapkan telah menjangkau kutub Utara
sebagai berikut:
*(1968) menggunakan mobil traktor salju,
*Perjalanan melintasi daerah kutub pada tahun 1969: dari Alaska ke Svalbard,
menggunakan kereta anjing.
*yang pertama bepergian ke kutub dan kembali tanpa bekal terjadi pada Tahun 1986
dengan kereta anjing.
*ekspedisi yang terakhir seorang wanita untuk pertama kalinya menjangkau kutub,
bernama Ann Bancroft dari Amerika.
Richard E.Byrd
Richard E. Byrd in Antarctica, 1947
Beberapa kisah atau cerita tentang timbulnya perkiraan bumi itu memiliki rongga
diantaranya :
Sumber 1:
Kisah Laksamana Muda Richard E.Byrd
Laksamana Muda Richard E.Byrd dari Angkatan laut Amerika Serikat, tidak bisa
memahami setiap pengertian dari Teori Ilmu Bumi yang menyatakan bahwa bumi
adalah suatu lapisan yang padat, dengan suatu inti yang berapi, dan diatas
terdapat 2 kutub, yaitu Kutub Utara dan Kutub selatan yang merupakan titik yang
tetap. Jika seperti kasus Admiral Byrd, yang melakukan terbang di antartika
sejauh 1700 mil hingga 2300 mil berturut-turut ke seberang Utara dan Kutub
selatan, dengan udara yang sangat dingin karena es dan salju di sisi lain, Dia
mengenal cukup baik wilayah itu, sehingga timbullah 2 pernyataan diatas dari
dirinya, untuk menggambarkan perasaannya saat dia terbang melintasi kedua kutub
tersebut.
"That enchanted Continent in the Sky, Land of Everlasting Mystery! "
"I'd like to see that land beyond the (North) Pole. That area beyond the Pole is
the Center of the Great Unknown:"
Selama penerbangan Ke Kutub Utara sejauh 1,700 mil hingga di luar dari Kutub itu
sendiri, ia memberi laporan melalui radio bahwa ia melihat dari atas pesawat
yang dikemudikannya, bahwasannya pemandangan dibawah bukanlah es dan salju,
tetapi dia melihat daratan berupa bidang-bidang yang terdiri dari pegunungan,
hutan-hutan, tumbuh-tumbuhan hijau, danau-danau dan sungai-sungai, dan di dalam
belantara itu, dia melihat suatu binatang yang asing yang serupa seperti mamooth
yang terdapat di daerah es yang beku, yang disebut Antartika.
Dengan jelas ia telah memasuki suatu daerah yang lebih hangat dibanding wilayah
yang terdampar di tengah es yang meluas dari arah Kutuh menuju Siberia. Jika
Byrd tidak pernah melewati daerah ini, Maka tidak akan pernah dia mengatakan "
Sesuatu Yang Besar dan Tidak di kenal – Great Unknown " , karena dia telah
terbang ke seberang Kutub Utara menuju sisi lain dari wilayah Kutub tersebut.
Satu-satunya cara bahwa kita dapat memahami pernyataan Byrd diatas adalah, jika
kita membuang konsep yang lama perihal pembentukan bumi dan meramu untuk
menjadikannya sesuatu yang baru, menurut ekstrimitas-ekstrimitas, Kutub Utara
dan Antartika bentuknya bukanlah cembung melainkan cekung, dan Byrd masuk ke
wilayah cekungan-ecekungan kutub tersebut ketika ia melampaui Pole (poros akhir).
Dengan kata lain, ia tidak bepergian ke seberang Pole itu menuju sisi yang lain,
tetapi Ia masuk ke dalam cekungan atau tekanan kutub, (akan kita bicarakan lebih
lanjut kemudian dalam artikel ini) yang terbuka bagian dalamnya atau rongga bumi.
Diatas adalah salah satu cerita yang mungkin saja benar dan mungkin saja
sebaliknya, cerita atau kisah diatas ada dikarenakan terkait dengan Laksamana
Muda Richard E.Byrd dari Angkatan Laut Amerika pada perjalananya terbang
menyusuri Poros dari wilayah kutub Utara dan sekitarnya. Perjalanan ini
dikaitkan dengan adanya penemuan suatu bagian bumi yang berogga dan dalam kurun
waktu berkembang banyak orang memperkirakan sebagai pintu akses untuk menuju
inti bumi dari situ cerita semakin berkembang dengan imaginasi si pencerita satu
ke pencerita lain, termasuk berkembang dari pembaca yang satu ke pembaca yang
lain.
Sumber 2:


Jadi ingat kisah Jules Verne semasa kecil, beberapa judul fiction seperti, De la
Terre à la Lune (1865; From the Earth to the Moon, 1873), Vingt mille lieues
sous les mers (1870; Twenty Thousand Leagues Under the Sea, 1873), and L'ÃŽle
mystérieuse (1874; The Mysterious Island, 1875), “Around the World in Eighty
Days� atau “Le Tour du monde en quatre-vingt jours. dan paling menarik The
Voyages continued with Le Voyage au centre de la Terre (1864; A Journey to the
Centre of the Earth, 1872)
Jika kita pernah membaca cerita atau kisah hasil suguhan si Jules Verne, saya
yakin kita semua terasa seakan terbang menuju dimensi lain yang penuh dengan
kehidupan yang belum pernah terasakan dan terbayangkan, benar-benar membuat
terpukau dan timbul keinginan untuk menyertai ceritanya menuju ke berbagai
misteri alam dan dunia….sungguh memang itu yang kurasakan pada masanya dahulu,
sungguh kenangan indah dikepalaku.
Salah satu buku paling terkenal tentang bumi yang berongga adalah Perjalanan
Jules Verne ke Pusat Bumi (1864; A Journey to the Centre of the Earth, 1872) The
Voyages continued with Le Voyage au centre de la Terre.
Buku menggambarkan sepertiga teori dari bumi yang dalam buku tersebut
digambarkan, bahwa pintu atau jalan lintasan dari permukaan menjurus kepada gua
bawah tanah yang sangat besar, di mana disana hidup jenis tumbuh-tumbuhan dengan
subur.
Di dalam buku tersebut digambarkan tiga ilmuwan turun dari satu gunung api di
Islandia yang sudah non-aktip, dimana mereka bertiga berusaha untuk menemukan
suatu jalur ke pusat Bumi. Dan mereka menemukan satu laut bawah tanah yang di
diami makhluk-makhluk prasejarah termasuk plesiosaurs.
Sumber 3:
Terdapat Kehidupan Makhluk lain di perut bumi


Teori yang paling "ngeyel" (bertingkah perspektif saat ini) yang mengatakan
Bumi memiliki cekungan adalah adalah Teori Edmund Halley 1692. Edmund Halley
adalah ahli falak (astronomer) atau perbintangan berasal dari Inggris yang
dengan tepat menghitung kedatangan komet Halley dengan perhitungan secara
matematis (nama komet tersebut diabadikan atas namanya). Salah satu teori yang
dikemukakan adanya rongga atau lubang pada cekungan bumi yang berada pada
lapisan kedua dan disana terdapat suatu kehidupan lain. Dan dalam akhir
kesimpulannya, Halley menetapkan bahwasanya Bumi terdiri dari 4 lapisan yang
saling mendekap satu sama lain.
Berangkat dari teori Halley tersebut diatas, pada abad 18 terdapat beberapa
ilmuwan yang memuntir dasar teori tersebut diantaranya Leonhard Euler [born
April 15, 1707, Basel, Switz. died Sept. 18, 1783, St. Petersburg, Russia] dia
menggantikan teori Halley tentang sphere atau bidang lapisan bumi yang dikatakan
di dalamnya terdapat
suatu lubang tunggal dan di dalamnya terdapat sinar matahari seluas 600 miles =
1554 km, dan disana tersedia panas dan penerangan yang diperuntukkan bagi
kehidupan makhluk di wilayah tersebut.. Ilmuwan berikutnya Leslie, Sir John, (lahir
April 10, 1766, Largo, Fife, Scot. , meninggal Nov. 3, 1832), Coates, dia
kemukakan bahwa di dalam lubang tersebut terdapat 2 matahari, yang ke 1: bernama
Pluto dan yang ke 2: Proserpine (kalau tidak salah nama itu merujuk pada jaman
yunani kuno yaitu anak perempuan dari Dewa Zeus).

sebagai tambahan, terdapat juga teori yang mengemukakan bahwa dalam sekungan
atau rongga bumi itulah terdapat basis dan pangkalan UFO.
Diantara para pendukung yang paling bersemangat jika bumi itu berongga atau
berlubang adalah JOHN SYMMES orang Amerika ex-petugas tentara dan pedagang. John
percaya bahwa rongga bumi di utara dan kutub selatan merupakan pintu masuk,
dengan lebar 4.000 dan 6.000 mil, berurutan. Symmes mempersembahkan banyak dalam
hidupnya untuk melakukan banyak hal guna mendukung teorinya sambil mengumpulkan
uang untuk mendukung satu ekspedisi ke Kutub Utara dengan tujuan penjelajahan
bagian dalam bumi.
Ia tidak pernah sukses, hingga akhir kematiannya, salah satu satu para
pengikutnya, seorang editor surat kabar bernama Yeremia Reynolds, membantu untuk
mempengaruhi pemerintah Amerika mengirimkan satu ekspedisi ke Antartika tahun
1838. Sementara para penjelajah-penjelajah tersebut tidak menemukan lubang di
sana.
Dari beberapa contoh kisah diatas, pada akhirnya timbul teori-teori susulandan
jadilah semua itu menjadi gambar fantastis spt berikut ini:







Read More......

Komentar Terbaru

About Me

My Photo
Hery Herawan
-La Tahzan-
View my complete profile

  © Free Blogger Templates Skyblue by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP